Ibu Surga – Ayah Semesta

Saat itu beliau terbaring lelap
Menatapnya selalu penuh keharuan
Di wajahnya tampak lelah yang menua
Garis kehidupan memberi makna dan cerita

Dia yang lahirkan sayang ke dunia
Hadirkan kasih rupawan dari Tuhan
Manjakan putra bak raja dipeluknya
Memberi surga dalam setiap doa

Ibu ..
Ibu ..
Ibu ..
Ayah ..
Ayah ..

Maafkan aku untuk setiap air mata tak bahagia
Maafkan aku untuk setiap tetes keringat yang tak mampu kuseka
Maaf untuk semua kata dan tingkah yang membuatmu terluka

Karna begitu panjang hari indah selalu kau beri
Tanpa beban berarti semua kau jalani
Tulus untuk mengerti dan menyayangi
Dan takkan mampu aku mengganti

Saat dunia tak ramah kau peluk tenangkanku mesra
Saat aku takutkan cita kau tersenyum yakinkan asa
Dan ketika aku hilang terombang hiruk pikuk manusia
Kau kembali genggam tanganku tuk menuntunku pulang

Ya Rabb..
Jagalah Ibu,
Jagalah Ayah,
Mereka terbaik yang pernah ada,
Kumohon ampun untuk dosaku dan dosa kedua orang tuaku,
Bahagiakan mereka jika kelak aku tak mampu ada.
Amin..

Iklan

Unfinish (Rewrite)

ketika budaya membentuk ideologi
berseberangan dengan religi
bahkan terbentur realita,,
entah dalam keseharian
ataupun hanya dalam pikiran.

sebuah kepastian yang hakiki sulit kudapati.
sebuah kebenaran yang kuyakini namun tak kupahami pasti.
jika sebuah pemahaman itu membutuhkan sebuah proses,
proses yang bagaimana?
bila sedikit saja mencoba salah untuk tahu benar kita sudah dikerdilkan.

sedangkan dunia hari ini begitu banyak kecurangan,
ketidak seimbangan,
mental tak bermoral,
alih-alih  golongan paling benar…
dan saya hanya mengerti agama sebatas turunan yang sudah ada mengalir begitu saja.

resah ini bukan kudapati untuk membandingi agama sekitar,
namun pada agamaku sendiri yang kupeluk sejak kecil..
meski tak ada keraguan tentang Islam sesungguhnya,
hanya saja terlalu banyak wajah yang bercabang saat ini,
saling menyerukan benar lalu menjatuhkan.

mohon ampun ya Rabb…
mohon petunjuk,, tunjukanlah jalan yang lurus,, jalan yang engkau ridhai..
Islamkan hati ini hingga kelak mata tertutup ajal.

(share) pengetahuan tentang puisi

Pengkoisme

Karya Nazar Shah Alam

Saya pernah mendapat satu pesan singkat dari seorang siswa tentang bagaimana caranya melihat puisi yang bagus atau yang tidak bagus dan bagaimana caranya agar dimuat di koran. Saya tidak membalas pesan itu. Besoknya di sekolah saya mengganti materi dari semestinya tentang surat menyurat menjadi materi tentang puisi. Di ruang kelas yang pengap itu saya mencoba mengalihkan perhatian mereka dengan bertanya tentang pertanyaan salah satu dari mereka kemarin. Jawabannya sangat variatif, mulai dari enak dibaca (barangkali maksud mereka, diksi), tema yang bagus (standarnya tidak dijelaskan), berima, mudah dipahami, dan sebagainya.

Lihat pos aslinya 1.320 kata lagi

Hello world!

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.