Aku Terlalu Padamu

ketika kau mintaku bangun, aku bangkit

ketika kau ingin berjalan aku siap berlari

dan saat kau bersedih aku menangis

tapi saat kau minta aku tuk sempurna

aku diam…

dan kau pergi, berlalu begitu saja..

Iklan

Berita Saya

siapa saya..

saya adalah wajah dari putra pertiwi

anak dari ibu sang merah putih

terdaftar sebagai Indonesia

tegak hormat pada sangsaka

 

siapa saya..

yang berani menilai kebijakan pemerintah

karenanya muncul berbagai ketidaklaziman

yang acuh melanggar aturan

hanya untuk didengar

yang rela menjambak muka para aparat

untuk setiap busuknya sistem birokrat

 

 

siapa saya..

memaki demokrasi tanpa nasi

berteriak reformasi gagal global

terus berdiri tanpa diakui

sendiri tanpa ada yang peduli

terdzalimi tanpa arti

jengah akan politisasi

 

siapa saya..

yang tak lagi merasakan perjuangan

sebangsa dan setanah air

karena harum jasa pahlawan memudar

sang veteran hanya tinggal hambar dan memar

hancur lebur dikebiri para penguasa

dikencingi banci petinggi korupsi

menjadikan merdeka cerita belaka

dibalik meja dikelabui hura-hura

 

siapa saya..

yang memandang merah dengan marah

dan merasakan putih sebagai abu-abu

sumpah serapah tanpa mampu berbuat apa

 

siapa saya..

yang menjadi iba pada nasib tenaga kerja

memandang melas dunia pendidikan

muram pada masa depan

bersedih atas compang camping keadilan

 

siapa saya..

saya yang masih percaya pahlawan itu ada

mereka lahir dalam harapan

dari rahim pertiwi yang sama

dan hadir disetiap masa di sekitar kita

mereka bekerja dengan hati

berkata benar tanpa dibayar

membantu tanpa diminta

berjuang tanpa kepentingan

melihat kecil tanpa merasa besar

mereka ada untuk saya, kalian dan kita

saya adalah wajah dari putra pertiwi

anak dari ibu sang merah putih

terdaftar sebagai Indonesia

tegak hormat pada sangsaka

Unfinish (Rewrite)

ketika budaya membentuk ideologi
berseberangan dengan religi
bahkan terbentur realita,,
entah dalam keseharian
ataupun hanya dalam pikiran.

sebuah kepastian yang hakiki sulit kudapati.
sebuah kebenaran yang kuyakini namun tak kupahami pasti.
jika sebuah pemahaman itu membutuhkan sebuah proses,
proses yang bagaimana?
bila sedikit saja mencoba salah untuk tahu benar kita sudah dikerdilkan.

sedangkan dunia hari ini begitu banyak kecurangan,
ketidak seimbangan,
mental tak bermoral,
alih-alih  golongan paling benar…
dan saya hanya mengerti agama sebatas turunan yang sudah ada mengalir begitu saja.

resah ini bukan kudapati untuk membandingi agama sekitar,
namun pada agamaku sendiri yang kupeluk sejak kecil..
meski tak ada keraguan tentang Islam sesungguhnya,
hanya saja terlalu banyak wajah yang bercabang saat ini,
saling menyerukan benar lalu menjatuhkan.

mohon ampun ya Rabb…
mohon petunjuk,, tunjukanlah jalan yang lurus,, jalan yang engkau ridhai..
Islamkan hati ini hingga kelak mata tertutup ajal.

Kisah

masih juga dia berbicara sendiri
larut seperti lamunan dalam hati
diselakan mimpi
menyela dunia pagi hari

berdiri di depan wajah sendiri
menatap kaca dan terus mencari
setiap kata terangkai pada bingkai kotak
memantul diatas meja jati

ada senyum yang tak terbalas
ada kisah yang tak terungkap
tersesat wajah tak puas
sebuah tanya yang tak terjawab

menunduk, berpaling, berputar lalu menengadah..
setiap pandangan dihantui resah
mencari-cari alasan
untuk skenario terburuk dalam hidupnya

“bahkan dalam rangkaian tahun
masih tak mampu aku berkata”
pikirnya meragu

menerpa bayang 8 tahun silam
saat itu bintang tak lagi bersinar
tenggelam bersama malam
dingin acuhkan rasa

di setiap sudut terkenang
merekam waktu berjalan
berdua jalani indah
bersama merasakan
janji sumpah tak terpisah

semua terbalik perlahan
setelah semua pertengkaran
setelah lelah saling mengerti
berjuta maaf terelakan
tak lagi mampu satukan

dan akhirnya terpisah
mereka yang menyerah
mereka yang berhenti percaya
mengalah pada perbedaan

kini..
dia yang basah oleh masa lalunya
masih terus mancari harum yang sama
wangi kekasih yang memudar
dalam belai hangat peluk cinta
dihujani pertanyaan “mengapa”